DINASTI SOEHARTO BERLANJUT LAGI..?

Pasca pemilu, apapun yang terjadi, analisa mendalam perlu diambil demi masa depan bersama.

Ibarat mengedit sebuah flm berjudul Pemilu 2009, saya harus memutuskan darimana Film dimulai, dan dimana film itu berakhir, dengan meningalkan sebuah pesan kepada penontonnya. Film tersebut kita tonton bersama lalu kita coba menangkap pesan dari film tersebut, pesan itu menjadi bahan referensi bagi kita bersama, untuk melangkah ke Film seri berikutnya.

Ditengah proses editing, ternyata saya merasa perlu menampilkan flashback atau cuplikan cuplikan film, 5 bahkan 10 tahun yang lalu,bahkan lebih dari itu, karena sesungguhnya, Sejarah  masa kini dan akan datang, adalah sebuah sinetron kehidupan yang perlu dilihat secara keseluruhan, jika kita ingin memahami film tersebut secara utuh.

Beberapa bulan sebelum Pemilu Legislatif,  beberapa talkshow menampilkan topik visi misi partai secara proporsional, mungkin semua partai peserta pemilu mendapat kesempatan menyampaikan visi misinya dan semua visi misi partai ( selain partai demokrat )  adalah kritik terhadap pemerintahan yang sedang berjalan, tidak terkecuali  visi misi partai PAN, PKS, PKB DAN PPP , ( empat partai yag kemudian ternyata berkoalisi dengan partai yang dikritiknya )semuanya mengkritik kinerja pemerintahan yang sedang berjalan.

Materi  kritik antara lain tentang hutang yang bertambah, pengelolaan sumber daya alam dan pembagian hasilnya yang lebih menguntungkan pihak asing, ada pula yang menyinggung tentang sumber dana kampanye yang belum transparan, memungkinkan dana asing masuk dengan konsekwensi  yang diperkirakan akan merugikan rakyat Indonesia. Ajakan untuk kembali ke konstitusi UUD45 adalah salah satu solusi yang mereka tawarkan waktu itu, salah satunya pasal 33 yang mengatur tentang pengelolaan sumber daya alam oleh Negara dan manfaat yang sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat . Ibarat pertempuran dunia persilatan, Demokrat dikeroyok rame rame para pengkritiknya.

Apa yang terjadi setelah Pemilu Legislatif usai dan dimenangkan oleh Partai Demokrat, partai yang menjadi sasaran kritik oleh semua partai peserta pemilu. PKB & PPP tanpa pikir panjang langsung merapat berkoalisi dengan partai yang   beberapa bulan mereka kritik. Khusus Partai PAN & PKS beberapa saat mengalami pergolakan di dalam, kubu yang memilih untuk tidak berkoalisi VS kubu yang menganggap koalisi  merupakan pilihan yang lebih bijak. Kemudian kedua partai tersebut mengajukan CAWAPRES, mungkin dengan maksud mengawal kebijakan kebijakan Presiden terpilih di masa datang, sambil menunggu jawaban kedua partai coba meredam konflik internal partai. Tanpa mereka sadari tawaran CAWAPRES mereka tidak pernah sedikitpun diperhatikan apa lagi dipertimbangkan untuk diterima. Jauh sebelum keputusan itu diambil SBY mengatakan sudah megantongi  sebuah nama yang akan ia buka pada saatnya, saya baru sadar sekarang,  strategi  terus memberi  harapan kepada kedua partai tersebut  adalah sebuah strategi untuk tetap memegang buntut PKS & PAN agar supaya tidak lari ke Partai atau Koalisi lain. Satu lagi kemungkinan yang hampir pasti adalah, alasan SBY menunda pengumuman CAWAPRES pilihanya adalah untuk menghindari manuver The King Maker “Amin Rais” yang sangat  ditakuti lawan lawan politiknya. Sampai pada hari terakhir pendaftaran calon presiden Pukul 7 malam, yang artinya 12 jam sebelum hari H, Nama Boediyono pun muncul, dan benar perkiraan Demokrat,  ada resistance dari PAN & PKS tapi tidak cukup waktu untuk mereka berimprovisasi, The King Maker Amin Raispun tidak bisa lagi melakukan manuvernya.

Kampanye pun dilakukan oleh semua CAPRES & CAWAPRES,  Penawaran yang lebih menarik dari BLT ( BLT adalah  Senjata pamungkas Partai Demokrat ) ditawarkan oleh partai lain, sayang waktu yang terlalu singkat membuat tawaran menarik itu tak sempat terdengar oleh seluruh rakyat. Banyak yang menganggap Tim sukses  pemenang Pemilu mempunyai   strategi yang hebat, bagi saya mereka biasa biasa saja, kalau kita lihat data BPS lebih dari 60% rakyat Indonesia adalah rakyat miskin, sebagian besar malah tinggal di pedesaan, waktu menonton televisi  mereka tidak banyak, waktu mereka  sudah habis untuk bekerja mencari sesuap nasi. Ditambah lagi TV nasional kita yang belum 100% independen buktinya banyak iklan Mega Pro yang ditolak. Pola pikir mereka simple simple aja, pilih lagi SBY, BLT dilanjutkan, mereka tidak tau kalau dana BLT hanyai sampai bulan September atau oktober, seperti dengan jujur diakui oleh tim sukses SBY di salah satu Acara di METRO TV, seusai Pemilu PILPRES. Bagi saya pada saat BLT mulai dibagikan disitulah Kampanye Demokrat sudah dimulai. Itulah sebabnya survey yang dilakukan sebelum pemilu oleh beberapa lembaga menunjukan elektabilitas SBY tinggi. Dan elektabilitas yang tinggi itu perlahan lahan menurun seiring dengan penyampaian visi misi partai partai lain yang mencoba mencerahkan kepada public tentang bagaimana keadaan Indonesia apa adanya. Yang menarik,  Elektabilitas JK menjelang PEMILU menunjukan grafik yang menanjak naik cukup cepat, bahkan salah satu penyelenggara survey mengatakan, jika PEMILU diundur beberapa bulan kemungkian JK bisa menang, itu berarti kampanye golkar, sebenarnya sukses, dengan pertimbangan, dalam waktu singkat bisa mempengaruhi Elektabilitas SBY yang dibangun jauh sebelum PEMILU ( pada saat BLT mulai dibagikan )

Khusus BLT saya yakin itu adalah ciptaannya JK, karena saya meliput pembahasannya 3 tahun lalu,master filmnyapun mungkin masih ada di Kantor Pos Pusat dekat lapangan banteng. Tapi design JK tentang BLT itu dananya diambil dari penghematan di subsidi BBM, bukan dari pinjaman asing seperti temuan BPK belakangan ini.  Tapi sekali lagi rakyat miskin tidak punya waktu untuk memikirkan siapa yang menciptakan BLT dan dari mana sumber dana BLT, yang ada dalam pikiran mereka, pilih lagi SBY maka BLT dilanjutkan. Rakyat miskinpun tidak punya waktu memikirkan kontrak karya pengelolaan sumber daya alam kita yang lebih meguntungkan pihak asing, mereka juga tidak terlalu memikirkan hutang Negara yang bertambah 400 trilyun seperti  yang diinformasikan oleh Rizal Ramli, salah satu CAPRES independen, padahal hutang itu akan membebani kita semua di kemudian hari, dengan kenaikan harga barang barang kebutuhan pokok dan barang lain pada umumnya karena akan berkurangnya Subsidi,  Mereka juga tidak percaya 100% pada janji CAPRES lain yang sesugguhnya lebih bagus dari sekedar BLT. Mereka lebih percaya dengan apa yang sudah dan sedang berjalan yaitu BLT.

Satu lagi imajnasi saya tentang kemenangan Demokrat, baik pada Pemilu 2004 maupun Pemilu 2009 adalah, mungkin… sebenarnya yang mewarisi tahta Dinasti Suharto adalah SBY,  bukan GOLKAR, dan bukan Prabowo mantan mantunya. Khusus di tahun 2004, saya yakin sekali Soeharto masih merupakan tokoh yang masih bisa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Indonesia, ibarat organisasi di itali, ia masih merupakan  GODFATHER yang dari tempat tidurnya masih bisa mengatur pergerakan para pengikutnya. Saya ingat dalam suatu Talkshownya AA Gym, AA Gym sebagai presenter menanyakan tentang apakah SBY akan mengusut kasus Suharto baik itu penelusuran hartanya di luar negri maupun kasus kasus yag lainnya, dan pada waktu itu SBY diam saja, tidak menjawab, bahkan beberapa detik sempat terjadi hening tanpa ada suara, sebelum akhirnya AA Gym menegur, “ Halo halo pak …kok diem”, SBY tetap diam dan akhirnya Iklan masuk mencairkan suasana yang kaku, dan setelah iklan AA Gym mengalihkan pertanyaan ke topik lain. Bukti lainya adalah di kedua Pemilu 2004 & 2009 Demokrat menang di daerah cendana.

So kalau benar prediksi saya, tanpa Amin Rais sadari, dan juga mungkin tanpa PKS sadari mereka telah berkoalisi dengan pewaris tahta musuh lamanya di reformasi, menurut  saya sebaikya kedua partai itu berkoalisi dengan GOLKAR “BARU”  atau dengan GERINDRA. Sayang seperti yang saya uraikan di atas,mereka terjerat dan kehabisan waktu untuk berimprovisasi.

Akhir kata saya ingin mengingatkan kepada rekan rekan sebangsa dan setanah air, bahwa seburuk apapun  pemerintahan yang ada sekarang, yang menjadi musuh kita adalah their mind, pola pikirnya, sedang orang orangnya adalah tetap saudara sebangsa, yang mesti kita cintai juga, pertanyaannya sekarang, bisakah kita berperang dengan their mind tanpa melukai  orang orangnya, demi persatuan bangsa, jawabanya adalah, harus bisa. Dan mungkin demikianlah yang ada dalam benak saudara saudara kita di PAN & PKS,mereka akan  mengkoreksi dari dalam, betapapun sulitnya mereka akan mengeluarkan segenap kemampuannya demi kepentingan rakyat Indonesia. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh beberapa partai oposisi untuk selalu mengontrol dengan ketat jalannya pemerintahan, dan semua mereka lakukan demi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia tanpa melupakan Persatuan Indonesia  Semoga begitu. Amin….  

Wassalam

( RUDI IMAM )


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

52 Responses to “DINASTI SOEHARTO BERLANJUT LAGI..?”

  1. M Fachruddin Says:

    “pertanyaannya sekarang, bisakah kita berperang dengan their mind tanpa melukai orang orangnya, demi persatuan bangsa, jawabanya adalah, harus bisa. Dan mungkin demikianlah yang ada dalam benak saudara saudara kita di PAN & PKS,mereka akan mengkoreksi dari dalam, betapapun sulitnya mereka akan mengeluarkan segenap kemampuannya demi kepentingan rakyat Indonesia.”

    Apa betul demikian?…. apakah bukannya menyamarkan ‘libido kekuasaan’ untuk ikut berkuasa?, dimana nantinya mereka akan bilang bahwa “kami sudah berusaha keras namun gagal”!…. hehehe.

    Jawaban Penulis :

    Paragraph terakhir itu adalah refleksi sisa sisa cinta saya pada PAN terutama Amin Rais dan PKS sebagai partai yang juga sempat saya percaya akan berjuang dengan hati……..mungkin bedanya saya dengan simpatisan Partai pada umumnya, saya tidak mencintai salah satu partai dengan membabi buta, jika dikemudian hari ternyata partai itu mulai meninggalkan rakyat……secara alamiah perlahan lahan cinta itu akan memudar…..sekali lagi itu adalah harapan terakhir saya pada sosok atau partai yang pernah saya cintai…..

  2. LENIN Says:

    wah bagus sekali komen bapak tentang fenomena politik kita, saya sangat setuju dengan pendapat bapak, cuma yang ingin saya keritik ada satuhal tentang masyarakat di pedesaan, sebenarnya masyarakat pedesaan bukan jarang melihat media televisi, cuma masyarakat pedesaan sudah diracuni dengan program-program instan yang dibuat oleh pemerintah, salah satunya tadi BLT, program ini adalah program menyuruh masyarakat malas dan secara tidak langsung menghancurkan harga diri bangsa dengan menyuruh masyarakat menadahkan tangan untuk meminta uang langsung, yang lebih lucu lagi BLT bayak yang tidak tepat sasaran masak… yang pake mobil juga bisa dapat BLT.

  3. ken dedes Says:

    Saya setuju sekali! hal ini juga saya takutkan terjadi, kembalinya pewaris tahta musuh lama…. sayang rakyat tidak banyak yang menyadari…

  4. SADAR? Says:

    APAKAH HANYA ANDA SENDIRI DI NEGERI INI YANG BISA BERPANDANDANG JERNIH SEPERTI INI??? APAKAH RAKYAT KECIL YG KURANG PENDIDIKANNYA BISA BERPIKIRAN SEPERTI ANDA?? KURANG UANG EKONOMI RESES …. BUDAYA BUDAYA SINETRON YG PENUH KEKERASAN & KEBENCIAN …… GAJI YANG MINIM APAKAH DAN APAKAH….

    Jawaban Penulis :

    Saya enggak menyalahkan Rakyatkecil, saya menggambarkan keadaan apa adanya yang mungkin mereka perlu tau, saya maklum kok, ibarat seseorang di suruh memilih tiga apel, sementara pengetahuannya tentang apel terbatas, pasti dia memilih yang paling merah dan segar, tanpa mengecek dulu merahnya merah sepuhan atau asli karena segar buahnya…….

  5. defrimardinsyah Says:

    Rudi,

    mari kita cermati seluruh perjalanan bangsa ini, mulai dari penetapan pemenang pemilu presiden, sampai akhir pemerintahannya nanti. apakah bangsa ini dibawa menuju kemakmuran dan kesejahteraan yang merata atau malah sebaliknya…

    mari berperan sebagai penjaga jalannya kemajuan bangsa ini, melalui dunia blogger, dengan menulis opini-opini yang akan menjadi kritisi atas kebijaksanaan pemerintahan yang salah jalan,

    Note : Numpang izin, tulisannya saya copas ke blog saya

    selamatkan Indonesiaku

  6. defrimardinsyah Says:

    mohon izin postingkan tulisan ini di lintas berita..

    http://rudiimam.blogdetik.com/2009/07/14/dinasti-soeharto-berlanjut-lagi/

    salam

  7. Budy Says:

    Waw mengecewakan skali kl SBY trnyta bnr2 pro suharto..

  8. ferry Says:

    hmm.. sayang semua partai yg berkoalisi seperti ‘tersihir’ oleh kekuatan yg bernama ‘kekuasaan’ dan ‘kekayaan’ .. dan rakyat sudah terlalu lama dibodohi sehingga ketika ada seorang calon pemimpin yg akan melakukan perubahan malah tidak dipercaya mereka lebih percaya dgn pembodohan
    berikanlah kami petunjuk dan kekuatan ya Tuhan utk melakukan perubahan ini .. amien

  9. Swidi Says:

    Di mana dan dengan cara apa saya bisa mendapatkan jawab atas judul (pertanyaan) berikut ini: DINASTI SOEHARTO BERLANJUT LAGI..?

    Jawaban Penulis :
    Kerjasama dengan IMF dimulai di masa orde baru
    Saat ini, perekonomian Indonesia diatur oleh kaum Neoliberalis yang merupakan perpanjangan tangan dari kapitalis IMF, World Bank, dan sebagainya. Untuk membayar hutang yang terus membengkak, akhirnya dilakukan privatisasi yang mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari rakyat.
    Untuk memudahkan hal itu, pasal 33 UUD 45 mereka amandemen, sehingga privatisasi perusahaan-perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti PLN, Pertamina, PAM, Telkom dimungkinkan. Bahkan air dan pendidikan yang merupakan hak dari setiap warga negara pun diprivatisasi!

  10. Appelmerah Says:

    Menarik sekali uraian ini, dan saya setuju dengan analisa bahwa dinasti Suharto masih akan berlanjut, bangsa indonesia sudah terlanjur jadi bangsa yang materialistis segala sesuatunya diukur dengan materi ini yang membahayakan.

  11. agung Says:

    Film yang sangat menarik dan memang sudah diketahui tapi tidak “disadari” banyak orang. Demokrat memang hebat dalam pencitraan meskipun programnya belum tentu sesuai ekspektasi para pemilih yang terhormat. Menurut saya memang peningkatan pengetahuan dan pembelajaran untuk rakyat sangat mendesak diperlukan sehingga dapat mengerti dan menyadari keputusan mereka.

    Kalau memang film itu nyata bahwa sby pewaris dan pelindung suharto, kasihan PAN dan PKS yang dulunya sangat getol dan berteriak keras mereformasi tapi dapat dimanfaatkan kepentingan orang lain. Itulah dunia politilk

  12. rudiimam Says:

    Kerjasama dengan IMF dimulai di masa orde baru
    Saat ini, perekonomian Indonesia diatur oleh kaum Neoliberalis yang merupakan perpanjangan tangan dari kapitalis IMF, World Bank, dan sebagainya. Untuk membayar hutang yang terus membengkak, akhirnya dilakukan privatisasi yang mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari rakyat.
    Untuk memudahkan hal itu, pasal 33 UUD 45 mereka amandemen, sehingga privatisasi perusahaan-perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti PLN, Pertamina, PAM, Telkom dimungkinkan. Bahkan air dan pendidikan yang merupakan hak dari setiap warga negara pun diprivatisasi!

  13. rudiimam Says:

    Paragraph terakhir itu adalah refleksi sisa sisa cinta saya pada PAN terutama Amin Rais dan PKS sebagai partai yang juga sempat saya percaya akan berjuang dengan hati……..mungkin bedanya saya dengan simpatisan Partai pada umumnya, saya tidak mencintai salah satu partai dengan membabi buta, jika dikemudian hari ternyata partai itu mulai meninggalkan rakyat……secara alamiah perlahan lahan cinta itu akan memudar…..sekali lagi itu adalah harapan terakhir saya pada sosok atau partai yang pernah saya cintai…..

  14. akhmad rikhun Says:

    apakah seperti itu SBY, tapi saya sedih melihat pak jusuf kalla. mengapa dia harus menjadi seperti ini. dia yang berbuat org lain yg memetik, bagaimana jadinya indonesia ini tanpa dia, betul kata pengamat the real president is jusuf kalla, negarawan sejati, entah bagaimana negara ini tanpa dia. dia mendamaikan aceh ternyata dia yang terperosok suaranya disana (memang lupa kacang ama kulitnya), dia yang membangun indonesia timur dia juga jeblok suaranya……kita lihat kedepan nantinya

  15. Santoz Says:

    Semua yang mereka lakukan pasti dapat balasannya nanti

  16. RAKYAT KECIL Says:

    Omong kosong semua. Kejadian di muka Bumi ini Allah yang menghendaki. Soekarno orang terbaik yang telah memerdekakan Negeri ini. Soeharto orang terbaik buat memimpin Negeri pada masa Orde Baru. Dan saat ini, SBY adalah orang terbaik memimpin Negeri ini. Yang belum terpilih, berusahalah untuk menjadi Pimpinan Masa Depan, paling tidak memimpin anak & istri anda.

    Jawaban Penulis :
    Alam selalu menuruti perintah Allah, banyak bencana Alam belakangan ini, bukan maunya Alam, tapi maunya Allah, kita harus renungkan maksud sang pencipta di balik bencana alam itu……..Kelebihan Manusia adalah diberi kebebasan oleh Allah untuk memilih…..ketika kita salah memilih berkali kali, mungkinkah Allah memberi teguran? dengan cara apa?

    Maukah kita hidup enak & nyaman sekarang, tapi nanti anak cucu kita kehilangan tanah airnya karena sudah di privatisasi semuanya?

  17. wong cilik Says:

    kalo melihat kenyataan yang ada maka kita tunggu aja apa KEHENDAK SANG PENCIPTA JAGAT RAYA INI, ALLAHU’ALAM……..

  18. nuranirakyat Says:

    setuju sekali…
    mau share juga:
    http://www.detiknews.com/read/2009/07/09/143718/1162071/158/rocky-gerung-politik-kita-politik-citra-masih-menonton-orangnya

  19. wk plus... Says:

    hemmm….
    timbul pertanyaan:
    Kalau menteri yang memiliki ide misalnya sehebat “BLT”, dan ide itu sebenarnya ide dari salah satu staff di kementeriannya,… trus menteri itu sering jumpa sama Jk, trus JK tertarik dan menyampaikan ke SBY, apakah itu Ide Staff???, ide Si Menteri???, ide JK???, Ide SBY???
    selebihnya di… http://warungkopiplus.blogspot.com/, sambil ngopi…

    Jawaban Penulis : Jasa JK bukan BLT aja, dia juga yang mendamaikan Aceh & Ambon, sayang beliau mau pulang kampung, padahal Papua juga butuh sentuhannya ya….Tapi kita belum tau seperti apa Golkar ke depan, keputusan saat ini akan menentukan eksistensinya di 2014

  20. nainggolan Says:

    Aku rasa juga demikian. Indonesia penuh dengan jebakan. Tapi yang masih aku tunggu sampai sekarang adalah perdamaian antara KPK dengan POLRI-Kejaksaan. Bila perlu semua unsur Kepolisian dan kejaksaan diperiksa KPK. Mohon dukungan rekan-rekan untuk Indonesia lebih baik

    Jawaban Penulis :

    Prihatin juga, lihat Polisi bentrok Sama KPK, semoga cepat berakhir, kalau enggak Koruptornya malah keburu kabur semua ke Luar Negri….

  21. Dindaku Says:

    Saya simpatisan berat PKS sejak awal pertama Partai Keadilan berdiri hingga PilLeg kemarin saya masih mempercayakan suara saya untuk partai yang saya cintai ini… tapi saat elit politik PKS memutuskan tetap berkoalisi dengan Demokrat dan mendukung pasangan SBY Boediono…kekecewaan itu ada dalam diri saya… saya berusaha untuk bisa menerima, tapi saya tidak bisa dengan mudah begitu saja percaya… hari ke hari saya ikuti terus perkembangannya dan program program dan kinerja para Capres dan Cawapres…sulit rasanya saya bisa menerima pasangan SBY-Boediono, dan saya lebih bisa menerima secara rasional dan logika saya adalah JK dan Prabowo, saya salut dengan platform yang di tawarkan mereka dan saat debat saya melihat pak JK lebih menguasai segala situasi dan memahami keaadaan dan kebutuhan Bangsa ini… buat saya pencitraan tidak penting karena bangsa ini butuh pemimpin yang berani mengatakan tidak, berani bertindak dan quick action dengan kondisi yang di butuhkan rakyat… Jika apa yang dikatakan Rudi ini benar…berarti menjawab semua ketakutan saya…kita lihat kelanjutan pemerintahan Negara kita ini.
    Jawaban Penulis :
    Saya juga pernah mengutarakan hal ini kepada Rachel Maryam artis di Gerindra, saya bilang, yang saya pengen contreng pasangan JK - Prabowo hehe

  22. nurcholis Says:

    kamanapun SBY berkiblat, yg jelas bangsa ini udah di diambang pintu PELELANGAN.freeport akan makin menggurita,BUMN akan diambil alih oleh asing,dll.mudah-mudahan teman-teman dari partai yg berkoalisi dg DEMOKRAT benar-benar bisa mengkontrol kebijakan pemerintah,bukan menjadi calo-calo yg akan menjual INDONESIA.mudah-mudahan INDONESIA merdeka sungguhan,tdk menjadi tamu di negeri sendiri.

  23. rudiimam Says:

    Saya juga berat ke Prabowo sekarang, beberapa hari ini saya bertukar pikiran sama rachel maryam artis Gerindra

  24. rudiimam Says:

    Jasa JK bukan BLT aja, Perdamaian Ambon & Aceh juga, sayang dia mau pulang kampung ya…karena saya pikir Papua juga butuh sentuhannya…..tapi Golkar ke depan kita ga tau seperti apa….keputusan saat ini akan menentukan masa depannya di 2014

  25. rudiimam Says:

    Alam selalu menuruti perintah Allah, banyak bencana Alam belakangan ini, bukan maunya Alam, tapi maunya Allah, kita harus renungkan maksud sang pencipta di balik bencana alam itu……..Kelebihan Manusia adalah diberi kebebasan oleh Allah untuk memilih…..ketika kita salah memilih berkali kali, mungkinkah Allah memberi teguran? dengan cara apa?

    Maukah kita hidup enak & nyaman sekarang,tapi anak cucu kita nanti kehilangan tanah airnya, karena sudah di privatisasi semuanya?

  26. Endarum Says:

    Sayang sekali…JK & Prabowo, mungkin “the right men in the wrong place”…Masyarakat melihat yang 1 mantan mantu Soeharto, sementara 1 lagi bos mantan partai Soeharto, sehingga dipilihlah yang dianggap tidak ada kaitannya dengan Soeharto, yaitu menantu Sarwo Edhie Wibowo yang memang tidak disenangi Soeharto. Mengapa bisa demikian? Kembali pada tingkat pendidikan & ekonomi masyarakat kita yang masih rendah, akses informasi yang kurang, sehingga yang dilihat hanya kulitnya saja, pencitraannya…Lalu kalau ternyata kondisi ini memang menguntungkan bagi penguasa yang ingin melanggengkan kekuasaannya, apa mungkin pengentasan kemiskinan & program pemintaran masyarakat melalui wajib belajar dapat dijalankan dengan sepenuh hati? Sangat diragukan……

    Jawaban Penulis :

    1. Kalau bapak Nonton editorial media indonesia jumat pagi sekali di METRO TV, disitu dijabarkan bahwa anggaran infrastruktur yang 12 trilyun, baru di salurkan 2%nya saja, kemana yang 98%?
    padahal kalau dana itu disalurkan misalnya untuk membangun jalan, sekolah, rumah sakit dan sebagainya, dalam proses pembangunanya akan menyerap tenaga kerja ( mengurangi pengang guran) ketika jadi, itu semua sangat diperlukan rakyat, dan ketika sekolah, rumah sakit dan sebagainya itu telah beroperasi,sekalilagi itu membuka ribuan lapangan kerja ( mengurangi pengangguran) sayang sekali kalau penyiarnya lebih berani lagi mengungkap kebenaran, mereka bisa mencerah kan kepada masyarakat, begitulah ciri ciri intervensi Pendana Asing seperti IMF & ADB atau World bank, mereka tidak berpihak pada pembangunan yang padat karya ( yang membuka banyak lapangan kerja) itu terjadi di semua negara peminjam.
    Dengan bertambahya hutang 400Trilyun ( jumlah ini bersumber dari berita yang saya baca di berbagai media ) akan sangat mempengaruhi RAPBN berikutnya, prediksi saya akan ada penghematan di segala bidang, konsekwensinya akan berkurangnya subsidi, termasuk juga dibidang pendidikan, tapi promosinya bisa aja subsidi bertambah di segala bidang, tapi kalau kita jalan jalan liat kenyataan semuanya tak terbukti.
    Mestinya Hutangkan bisa dibayar dari hasil kekayaan Alam kita yang terluas di dunia, tapi kontrak karya pegelolaan kekayaan alam kitakan 70% atau 75 persen untuk asing
    kita cuma kebagian sedikit, bagaimana bisa bayar hutang dari kekayaan alam? Trus kita bertanya kok mau cuma kebagian sedikit, alasannya biasanya, tenaga ahli kita belum mampu…atau faktor resiko di tanggung asing, padahal yang sebenarnya mengenai pembagian kita yang sedikit itu adalah salah satu point perjanjian waktu kita meminjam uang…..Kebayang ga pak? kita dikasih pinjam uang, tetapi kemampuan kita untuk membayar diamputasi….akhirnya prediksinya kita akan bangkrut, lalu jalan terakhir jual aset negara ( privatisasi ) dengan harga murah

  27. Chung Says:

    Tulisan yang bagus & ternyata saya tidak sendiri berpikir mengenai teori ini.
    Terima kasih pencerahannya

  28. Chung Says:

    Mohon ijin untuk menshare tulisan bapak

    Jawaban Penulis :

    Silahkan ………makin luas sharingnya makin bagus

  29. I Ketut Laba Says:

    Saya setuju bahwa bencana alam yang terus terjadi adalah kehendak Tuhan, untuk mengingatkan kita bahwa pilihan kita salah.

    Saya tdk mau salah untuk kedua kalinya. Karena saya nilai kebijakan pemerintah sekarang sedah sangat liberal, masa depan kita terancam kehilangan tanah, air dan kekayaan alam ini.

    Akankah dalam 5 tahun lagi kita akan kehilangan lebih banyak lagi. Katakan tidak. Jangan salah lagi dengan mau mengakui kemenangan yang belum sah. Semoga Tuhan menunjukan jalannya untuk kebaikan bangsa ini.

  30. fadli Says:

    permasalahan bangsa ini yang paling fundamental adalah krisis nasionalisme yang menjangkiti semua elite kita baik di legislatif, eksekutif maupun yudikatif. 32 tahun berkuasanya suatu rejim tentunya bukanlah merupakan waktu yang singkat dalam menentukan masa depan bangsa ini. dengan hanya satu kebijakan yang merugikan rakyat saja meskipun hanya berlaku 1 periode masa jabatan presiden jelas akan membawa dampak besar terhadap masa depan bangsa ini. apalagi 35 tahun + kegagalan masa reformasi hingga kini? saya rasa jangankan berpikir untuk mensejahterahkan rakyat memimpikannya saja kita tidak sanggup. jelas ruh reformasi sebenarnya bersemayam di dalam pemikiran para elite kita yang benar-benar nasionalis, yang disayangkan adalah jumlah mereka menjadi minoritas karena ditelan badai berbagai kepentingan asing yang selalu disambut baik oleh rejim sebelumnya + masa kegagalan reformasi hingga kini. apalagi bila disandingkan dengan keberadaan rakyat mayoritas bangsa ini yang boleh dikatakan masyarakat yang merupakan produk gagalnya “tinggal landas” rejim suharto + kegagalan reformasi semakin lengkaplah penderitaan bangsa ini. sepakat jika satu-satunya musuh besar kita adalah “their mind”, namun sebenarnya mudahnya “their mind” terkontaminasi dengan kungkungan kepentingan asing jelas disebabkan cacatnya mental nasionalisme mereka. jadi yang kita harus lakukan adalah keberadaan partai oposisi yang bekerja keras dalam meyakinkan serta terus mendidik masyarakat melalui kontrol mereka terhadap pemerintahan sekarang ini. hal ini juga dimungkinkan jika adanya semangat nasionalisme kekuatan oposisi yang peka terhadap berulang kalinya kegagalan-kegagalan bangsa ini

  31. dendi rahmat Says:

    Penulis yang baik, kami kebetulan prajurit. Yang ada di jiwa kami adalah mengabdi untuk bangsa dan negara serta keutuhan NKRI. Pertanyaan kami, kenapa orang pandai seperti anda hanya bisa mengkritik seseorang yang kalau kita lihat jasanya sangat besar? Bicara keburukan,setiap orang pasti ada cela, anda pun kalu seandainya terpilih jadi presiden, tidak menutup kemungkinan anda akan lebih tidak baik dari yang sebelumnya. Saran kami pak penulis, buatlah tulisan yang lebih bermanfaat. Contoh : Bagaimana agar keutuhan Indonesia tetap terjaga, Lihat Aceh contohnya, Kenapa orang asing begitu bebas di Aceh??? Gak takut kejadian TIM-TIM terulang??? CIA bebas bermain di Indonesia. Jangan hanya mengkritik ya. Kami aja siap korbankan nyawa kami buat Indonesia!!! dan sudah terbukti,kebetulan peluru belum ada yang kena ke saya !!!Anda ????? Jawab ya.

    Jawaban Penulis :

    Saya keluarga ABRI bapak saya pejuang tim tim , kakek pejuang 45, kakak kandung , sepupu sekarang ada di jajaran ABRI di dalam keluarga kami berbeda pendapat, tapi tetap rukun, liburan bareng, sholat bareng, itulah demokrasi
    kan saya bilang diparagrah terakhir kita berbeda pola pikir tapi harus tetap saling mencintai.

  32. rudiimam Says:

    Penulis melanjutkan jawaban untuk dendi rahmat yag tentara.
    Saya selalu menitip pesan kepada saudara saudara saya yang tentara, pesannya begini
    dulu kakek meninggal di medan perang, bapak juga banyak bekas lukanya di medan perang itu mereka lakukan demi mempertahankan setiap jengkal tanah yang ada di bumi tercinta ini, jangan sampai yang telah mereka dapat dengan darah & nyawa…..dengan gampang dijual dengan harga murah pula seperti sekarang, please jangan ada lagi. karena ketika kita ingin membelinya lagi, harganya sangat melambung tinggi…dan tidak terjangkau.
    Saya juga bilang begini, kenapa acara Talkshow sekarang pada berani ngomogin tentang
    Soeharto, kenapa ga dari dulu waktu orangnya masih hidup dikritiknya, mungkin itu akan membuat Soeharto menjadi pemimpin yang lebih baik.
    Kalau kita sholat jamaah,trus imam bacaannya salah, kalau kita diem kan kita ikut berdosa, kita diwajibkan untuk menegurnya. Kalau yang ditegur tidak mendengar kitapun disuruh berprasangaka baik, mungkin pikirannya sedang mumet, atau mungkin kupingya memang tidak bisa mendengar dan kita mendoakan semoga Allah mengampuni kekeliruannya……

  33. manzis Says:

    Saya setuju dengan pendapat anda mengenai SBY, mungkin SBY bukan pengusaha seperti capres2 yg lain.Tetapi kebijakan2nya saya lihat samasekali tidak nasionalis terlalu meninabobokan rakyat dengan BLT ngutang itu juga…secara konsep Prabowo paling pantas untuk membawa indonesia menuju perubahan.Tapi masalahnya masyarakat sepertinya belum siap.Mereka lebih siap melanjutkan BLT(Bantuan Langsung Tewas…)

  34. Awel Says:

    Saya sangat setuju dengan pendapat anda. Menurut saya saat ini kita selaku anak negri ini memiliki tanggung jawab bersama menuntun kemana arah kita akan di bawa? dan bagaimana cara agar kita dapat mengaplikasikan pemikiran ini untuk dapat di terima oleh pelaksana pemerintahan dan turut mengaplikasikannya.thanks

  35. Rehmanian Says:

    SEbaiknya, kita semua mengingatkan seluruh bangsa Indonesia di semua level sosial masyarakat bahwa kita harus menembalikan UUD 45 pasal 33, sesiapapun yang menghapusnya berarti dia musuh RAKYAT INDONESIA tak peduli mereka yang duduk di parlemen maupun yang menjabat presiden kita setuju mereka PENJAJAH atas nama Perjuangan Rakyat, kita harus cerdas Obral aset negara tidak bisa di tukar dengan kalimat lain kecuali PENJAJAH yang harus di tumpas, melebihi penumpasan terhadap Belanda.

  36. kombes Says:

    Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

    Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger meberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

    Salam hormat
    http://kombes.Com

  37. Just Google It Says:

    Saya tidak setuju kalau diasumsikan rakyat Indonesia memilih SBY “sekedar” karena pengetahuan mereka terbatas.

    Kenalan2 saya di kalangan berpendidikan yang mapan dan melek politik memilih SBY karena mereka mendukung status quo. Mereka setuju pemakaian BLT adalah cara murahan yang tidak etis, mereka tahu neoliberalisme memiskinkan kita secara sistematis, mereka juga mual saat mendeteksi pencitraan yang tidak produktif. Tapi in the end, setelah mengalami dua-tiga presiden sebelumnya yang cenderung unpredictable, mereka sekarang lebih memilih yang sudah bisa dibaca saja.

    Kenalan2 saya di masyarakat bawah (tukang rokok, tukang bangunan, OB, dll) juga mampu mendeteksi apa yang mereka sebut “kemunafikan” pemerintah, tapi pengalaman pahit di pemilu2 sebelumnya membuat mereka tidak begitu peduli lagi siapa yang menang sekarang ini.

    Dan di antara kalangan mapan dan bawah itulah, terletak mayoritas kenalan saya, yakni para mental pecundang (maaf) yang memperlakukan event Pemilu sekedar untuk merasakan sensasi kemenangan atau efek drama yang diam-diam didambakan dalam kehidupan pribadi. Pemilu bagi mereka sama saja dengan kontes ratu kecantikan, putaran final piala dunia, drama Manohara, sinetron, Indonesian Idol dan lain-lain, yang menyediakan outlet untuk mengidentifikasikan diri dengan salah satu pihak yang terlibat. Mereka pada dasarnya tidak peduli dengan dampak pilihannya dalam pemilu, sehingga tidak masalah seberapa banyak informasi objektif yang tersedia di depan mata, pilihan emosional mereka tidak akan berubah.

    Generalisasi saya beberapa tahun ini terhadap perilaku masyarakat kita: Informasi itu bukannya tidak tersedia atau tidak mereka dipahami. Mereka hanya terlalu self-centered dan malas, sehingga jangan harap mereka bersedia bersakit-sakit dahulu atau bekerja keras demi suatu harapan hidup lebih baik di kemudian hari (yang toh belum tentu terjadi). Ketimbang mimpi tentang masa depan, lebih baik mimpi di televisi bukan?

    Jawaban Penulis :

    Jangan putus asa kawan, ada pihak pihak yang 24 jam non stop setap hari mencoba membodohi rakyat, kita juga harus 24 jam non stop setiap hari mencoba mencerahkan rakyat, saya yakin kita bisa menang karena bahan bakar mereka adalah, ambisi kekuasaan & pamrih untuk mendapatkan imbalan, bahan bakar seperti ini sangat boros dan untuk mendapatkannya akan ada benturan satu sama lain berebut posisi.
    Sedang bahan bakar kita adalah keikhlasan untuk berbuat yang terbaik buat bangsa, tanpa mengharapkan imbalan selain kepuasan batin melihat cita cita kemerdekaan yang insya Allah akan terwujud
    suatu saat kelak….Amin

  38. Indonesiaku Says:

    Masalah Politik saya awam sekali sebagai rakyat saya cuma punya Harapan saya Bumi Indonesia yang kaya ini kapan saya sebagai rakyat bisa menikmatinya …meskipun cuma sedikit :)

    Jawaban Penulis : Nyontreng di 2014 ya, saat lahirnya pemimpin muda yang lebih jelas & konkret komitmennya dalam memperjuangakan kekayaan alam untuk kesejahtraan rakyat, sekedar anda tahu saja berita ini saya dapat dari kompas dot com, silahkan disimak dan dipahami kenapa saya merasa perlu mengingatkan kita semua akan hal ini…

    UU No. 22/2001 tentang Migas pasal 22 ayat 1 : “Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menyerahkan paling banyak 25% (dua puluh lima persen) bagiannya dari hasil produksi Minyak Bumi dan/atau Gas Bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri”, apakah UU ini sudah direvisi ? Kok cuma 25%, kenapa tidak 70 atau 80% !? … baca juga http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/28/07372588/ada.intervensi.asing.di.penyusunan.uu.migas

  39. juhaiman Says:

    Saya setuju 200 % dengan tulisan ini…
    Yang kita harus waspadai adalah pemimpin pemimpin kita yang sadar atau tidak sadar telah menjual bangsa ini ketangan NEO IMPERIALISME.
    Mereka tidak menghargai pejuang kemerdekaan yang mempertahankan kedaulatan bangsa dari penjajah .
    Tapi ironisnya setelah berpuluh puluh tahun merdeka , kedaulatan negara digadaikan ke bangsa lain …,, sumber alam kita dihisab, rakyat kita hanya jadi budak kapitalis,
    Kalau pada saat ini setiap kepala rakyar indonesia mempunyai hutang Rp 7 juta , setahun atau dua tahun lagi mungkin menjadi 10 atau 12 juta .. Inikah indikator kesejahteraan rakyat ??? semakin hari semakin melarat ??
    Sebentar lagi rakyat akan sadar bahwa hutang yang dibuat pemerintah , akan dibayar oleh rakyat dengan pengurangan subsidi, kemahalan biaya hidup , pendidikan yang mahal, biaya kesehatan yang mahal dst dst.
    Mungkin untuk kalangan menegah keatas tidak langsung merasakan imbas tersebut , tetapi untuk rakyat jelata ??????
    Waktu kondisi dunia masih belum krisis ” mereka ” menghisap kita dengan rakus , apalagi dalam kondisi “mereka ” mau bangkrut , makin membabi buta “mereka” menghisap kita .

    SADARKAH KITA ??????

  40. ronuruncerita Says:

    Selama kita manusia tidak bisa menghargai manusia lainnya sebagai sesama manusia, maka selama itu pula akan ada manusia yang dibawah dan manusia yang diatas, bila ukurannya adalah materi. Bagaimana kita bisa menghargai ALLAH swt (belum sampai pada tahap menyembah), yang menciptakan kita, bila kita sesama ciptaannya tidak bisa saling menghargai secara sederajat, diluar ukuran materi, pendidikan, pangkat, kedudukan dan lain lainnya ukuran dunia. Manusia yang merasa diatas, selalu melihat manusia yang dibawahnya secara tidak manusiawi, manusia yang dibawah dianggap sekawanan serupa “angonan” yang di angon kesana dan kesini untuk kepentingan manusia yang diatas, dan bila tiba jamnya makan maka meluncurlah makanan dari si peng angon. Saya jadi terbayang para penganon kambing di desa desa. Semoga ALLAH yang maha kuasa mengampuni kesalahan dan dosa kita semua, amin ya Robbal al amin.

    Jawaban Penulis :

    Memang ukurannya masih materi sampai sekarang, saya juga miris melihatnya, Bayangkan jika ada sosok atau partai yang berjuang dengan hati untuk kesejahtraan rakyat, akan tetapi tidak mempunyai modal cukup untuk biaya kampanye atau iklan TV, maka peluangnya untuk jadi pemimpin sangat kecil, lebih celaka lagi jika ada yang putus asa lalu memilih bergabung dulu ke pemenang untuk mendapatkan materi yang dibutuhkannya untuk Pemilihan berikutnya…

  41. dody gere Says:

    Salam sejahtera…

    HIDUP GOLPUUUT !!! hehehehe

    Mungkin yg perlu dipikirkan untuk kedepannya, bagaimana mekanisme suksesi yg ideal bisa terwujud dinegeri ini , sehingga orang2 yg kapabel bisa naik menjadi calon pemimpin bukan seperti sekarang ini, dimana banyak tokoh2 bagus terhalang oleh sistem yg ada sehingga angka golput makin tinggi, dan ini pertanda buruk bagi perkembangan demokrasi di negeri ini. ( Malahan dalam pilkada gub Jateng tempo hari , Golput tampil sebagai pemenang ..hahahahah ).

    Mohon maaf jika ada kata yg salah…….peace

    Jawaban Penulis :

    Jangan Golput Lagi di 2014, saat pemimpin pemimpin muda tampil, kenalilah mereka mulai dari sekarang, agar tak salah pilih nanti

  42. ken dedes Says:

    Saya ingin menanggapi tulisan ‘just google it’. Saya setuju bahwa rakyat Indonesia tidak sekedar memilih SBY karena informasi yang terbatas. Tetapi pengetahuan yang terbatas? Pengetahuan apa yang dimaksud? Hal ini yang ingin saya bahas…

    Mungkin tulisan saya ini akan terasa sedikit menyimpang dari konteks, tetapi sesungguhnya saya hanya ingin mengajukan suatu solusi jangka panjang, yang saya rasa perlu dipikirkan.

    Memang ada dari rakyat kecil yang tidak mendapatkan informasi yang cukup. Tetapi terdapat juga orang2 yang memiliki informasi yang lebih dari cukup, tetapi memilih untuk tutup mata, tutup telinga dan tutup mulut. Mereka adalah orang2 yang egois, materialistis, malas dan arogan. Orang2 dengan nasionalisme yang rendah. Yang senang dengan kekayaan dan keadaan dirinya sekarang dan tidak ingin mengubahnya karena tidak mau menghadapi hidup susah demi perbaikan negaranya. Mereka adalah orang2 dari kalangan elit yang takut mendapat risiko dari instabilitas yang dapat menjadi risiko dari suatu perubahan yang sangat besar, yaitu perubahan ke arah kemandirian. Mereka adalah para pengecut yang takut susah. Mereka tidak percaya pada kemampuan negaranya sendiri. Di hari pemilu kemarin, tanggal 8 Juli, setelah mencontreng saya ke sebuah mall di Jakarta dan dari dalam kamar ganti pakaian saya mendengar 2 orang wanita yang bersorak gembira karena akan mendapat gaji ke-14 karena memilih nomor urut 2, dan kemudian datang lagi seorang laki-laki dan perempuan yang menyatakan hal yang seupa. Mereka tidak peduli lagi dengan idealisme, dengan nasionalisme, mereka dibutakan oleh uang. Banyak juga yang memilih karena tidak mau pusing dengan urusan pemilu, tidak peduli, tidak mau tahu, padahal sebenarnya tahu, mereka padahal sayangnya dari kalangan intelektual. Mereka memilih hanya supaya bisa sama seperti orang lain di sekitar mereka. Mereka takut menjadi berbeda. Takut tidak diterima. Ada suatu rasa ketidaknyamanan jika berbeda dengan orang lain, terutama dengan orang2 di tempat mereka bersosialisasi sehari-hari. Mereka merasa lebih aman jika mereka sama dengan yang lain.

    Masyarakat kita adalah masyarakat sinetron, telenovela dan bollywood, Lihat saja kasus prita, manohara serta reality show yang banyak ditayangkan, sebut saja termehek-mehek. Berita2 dan acara2 seperti itulah yang lebih menjual. Karena akan mendapat simpati masyarakat. Tetapi apakah benar dari begitu banyak rakyat yang memberikan simpatinya, simpatinya itu tulus? Jakarta adalah kota besar. Kota besar identik dengan individualisme karena hidup di dalamnya sulit. Berbagai tuntutan didapatkan. Sebagai contoh: dari usia dini saja, anak SD diharuskan masuk sekolah jam 6.45, tidak boleh telat!! padahal sudah tahu jakarta macet, apalagi jika rumah jauh. Apakah anda sendiri pernah merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan apresiasi di Jakarta? Contoh saja: seorang anak bangsa yang gemilang setelah memenangkan olimpiade fisika karena tidak mendapatkan tawaran yang layaknya dia dapatkan dari negaranya sendiri, akhirnya memilih meneruskan sekolah ke luar negeri karena mendapatkan tawaran dari negara tersebut. Hal ini pernah dibahas dan diungkapkan di salah satu stasiun tv kita, sayang tidak dibahas lebih lanjut. Ada rasa iri pada rakyat kita yang tidak senang dengan kesuksesan orang lain, sehingga bukannya memfasilitasi perkembangan tetapi malah menyusahkan. Ada orang2 intelek yang saya kenal yang akhirnya malah memilih mengambil tawaran luar negeri dan menjadi warga negara sana dan memberikan kontribusi penemuan yang gemilang untuk negeri tersebut. Dan alasannya bukan karena uang, tapi karena merasa tidak dihargai di negerinya sendiri. Jadi ada suatu pembentukan egoisme pada masyarakat jakarta, ‘gue gue, elo elo’. Karena sulitnya hidup di Jakarta, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri, mengejar kesuksesan dirinya sendiri dan merasa senang jika ada yang lebih teraniaya daripada dirinya, makanya berita2 tersebut lebih menjual, makanya gosip mengenai artis yang negatif lebih menjual. Jika ada yang berusaha menarik simpati, semua orang akan berbondong2 memberikan simpatinya, bukan lagi karena ketulusan tetapi pertama karena sudah terlalu dalam menghayati sinetron, telenovela, dll. Kedua karena ingin dianggap eksis, ingin dianggap orang lain sebagai orang yang peduli. Ketiga karena ikut-ikutan tanpa tahu permasalahannya apa. Tapi tentu ada orang2 yang benar2 tulus dan benar2 melakukan sesuatu yang membantu setelah menilai dengan benar2 permasalahannya dari segala sisi. Untungnya masih ada orang2 seperti ini.

    Darimana karakter2 ini terbentuk? Kepribadian seseorang akan sudah terbentuk ketika ia mencapai usia 18 tahun. Dan kepribadian seseorang terbentuk karena pengaruh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, yaitu genetik, lingkungan, keluarga, sosioekonomi, dll. Banyak yang mengatakan budaya timur masih kental di Indonesia, bahwa budaya masih memegang peranan, dimana hubungan tanpa nikah adalah tabu, perempuan pulang malam2 adalah tabu, sopan santun masih sangat ditinggikan. Benarkah begitu? Saya rasa tidak begitu, jaman sudah berubah. Indonesia adalah masyarakat yang kaget. Ibaratnya orang kaya mendadak. Sehingga lupa diri, dalam hal ini, lupa budaya. Dengan mendadaknya muncul mall2 di Indonesia, munculnya segala budaya barat di Indonesia, timbul kebanggaan jika bisa mengikuti ‘trend’. Tiba2 semua orang ingin liberal, dan menganggap budaya timur terlalu mengekang. Tanpa bekal yang cukup, mental yang labil, semua perubahan2 tersebut dijalani, sehingga menghasilkan hasil jadi yang salah. Orang yang kebule-bulean dianggap keren, dan mereka bangga bisa menjadi kebule-bulean. Sangat sedih saya katakan nasionalisme kita sudah runtuh. Budaya ikut-ikutan ini sangat kental. Siapakah yang salah?

    Mungkin berbeda tapi bisa juga saya katakan ‘Their mind’

    Jika anak Indonesia disuruh menggambar, apakah yang akan digambar?
    Jawaban: pemandangan, dua gunung dengan matahari ditengahnya dan sawah

    Jika anak ditanya mau jadi apa jika besar?
    Jawaban: kebanyakan dokter

    Jika mahasiswa Indonesia disuruh bertanya atau menjawab pertanyaan, berapa yang akan mengangkat tangannya?
    Jawaban: hanya 1 atau 2, atau bahkan tidak ada. Kenapa? karena sejak sd hingga sma jika dia bertanya atau menjawab suatu pertanyaan atau pernyataan yang memalukan, dia akan ditertawakan oleh teman-temannya, setelah itu diejek-ejek, atau dimarahi oleh gurunya dan dikatakan bahwa pertanyaannya atau jawabannya bodoh.

    Begitu membuminya budaya mencontek, sehingga tidak malu lagi dan berkembang menjadi plagiat dan hingga ke sinetron tanpa malu dan tanpa kreatifitas mengikuti film-film luar.

    Jika seorang anak ingin masuk IKJ dan menjadi musisi, apa kata orang tuanya?
    Jawaban: Hanya segelintir yang bisa menerima, kebanyakan tidak menyetujui dan menolaknya

    Apakah setiap anak2 di Indonesia mengetahui mengenai budaya daerah asalnya?
    Jawaban: Tidak

    Seperti telah saya contohkan juga diatas, anak sd masuk sekolah jam 6.45. Apakah masuk akal? Alasannya untuk mengajarkan kedisiplinan, apakah hanya itu cara mengajarkan kedisiplinan? tidak pandang bulu? Apakah karena rumah jauh maka tidak boleh masuk ke sekolah yang termasuk unggulan? Memberi stress pada anak kecil lantas bangga? Dan guru merasa puas jika bisa memberikan PR sebanyak-banyaknya pada anak muridnya. Jika tidak membuat PR maka harus dihukum dengan fisik? lari keliling lapangan, berdiri di depan kelas dengan mengangkat satu kaki, dipermalukan di depan teman-temannya? Apakah itu terbukti efektif setelah anaknya dewasa? Apakah dia masih ingat semua pelajaran yang begitu banyaknya dicekoki padanya ketika kecil? Apakah seseorang hanya bernilai jika pulang membawa piala akademik? Bagaimana jika dia pulang membawa piala kesenian, atau olahraga? Apakah kemudian tidak bernilai?

    Saya melihat sudah mulai banyak sekolah2 swasta di Jakarta yang menggunakan pendekatan pengajaran yang berbeda yang lebih membangun akan tetapi masuk ke sekolah2 tersebut tidaklah murah. Padahal masyarakat terbanyak adalah masyarakat menengah ke bawah. Dan masih kurang pengajaran moral, serta budaya di sekolah2. Jika anda menonton ketika para capres beserta cawapresnya diajak membahas mengenai budaya, mereka semua tampak seperti kurang menguasai materi. Ajang seperti putri Indonesia adalah bagus, akan tetapi sangat disayangkan yang diperhatikan adalah hanya aspek fisiknya dari sang kontestan bukan esensinya, bahwa dia akan menjadi duta Indonesia. Harusnya dia bukan hanya cantik tetapi juga adalah seseorang yang intelek dan menguasai budaya Indonesia. Jika anda banyak menonton film-film barat, anda akan melihat bahwa anak sekolah akan disuruh presentasi mengenai riwayat keluarganya yang menarik, pekerjaan ayahnya atau acara liburannya yang menarik. Alangkah menarik jika di sekolah-sekolah kita diterapkan seperti ini, dimana anak2 disuruh untuk mempelajari mengenai budaya asalnya dan membuat presentasi yang menarik sekreatif-kreatifnya di depan kelas, di depan teman-temannya, tentunya persiapannya dengan dibantu orang tuanya. Dan gurunya akan memberikan hadiah kepada anak dengan presentasi yang paling kreatif dan menarik dan paling luas pengetahuan tentang budayanya. Tidak perlu mahal2, tidak perlu dibuat ajang tertentu, tetapi dibuat sederhana saja, sebagai bagian dari suatu mata pelajaran, supaya setiap siswa ikut berpartisipasi. Dengan ini akan meningkatkan pengetahuan budaya daerahnya dan daerah lain, nasionalisme, serta kreatifitas anak tersebut, dan juga keterlibatan orang tuanya untuk menghargai aspek lain dari pendidikan bukan hanya akademis dan mengejar ranking.

    jadi pengetahuan yang saya maksudkan adalah pengetahuan budaya, pengetahuan moral yang terbatas, bukan pengetahuan akademis, karena saya rasa sudah banyak tersedia. Serta ada keenganan untuk bersikap kritis karena memang tidak diajarkan dari muda. Kebanyakan dicekoki, sehingga menjadi malas untuk mencari sendiri. Lelah belajar, dan trauma dengan proses pembelajaran menyebabkan belajar menjadi tidak menyenangkan, sehingga sulit berkembang sendiri. Serta bakat yang ditekan dan pemaksaan ke bidang yang tidak diminati juga menyebabkan seseorang sulit berkembang. Banyak universitas yang ingin mengubah ke arah kurikulum berbasis kompetensi, akan tetapi karakternya sudah terbentuk sehingga sulit lagi untuk diubah seketika. Harusnya dimulai dari usia dini.

    Makanya dinasti soeharto bisa kembali lagi, karena masyarakat sudah terbiasa dengan pemerintahan soeharto, mereka tahu salah, akan tetapi mereka merasa nyaman dengan pemerintahan tersebut, sehingga tanpa disadari mereka menarik kembali pemerintahan seperti itu, seperti seorang anak yang mengalami kekerasan rumah tangga ketika kecil, ketika dewasa dia mendapatkan suami yang melakukan kekerasan kepadanya, tanpa dia sadari, dia menarik suami yang seperti itu. Karena seperti itulah sosok yang dia tahu adalah sosok seorang ‘pria’, sebagaimana rakyat Indonesia, seperti itulah sosok yang mereka ketahui adalah sosok seorang ‘presiden’.

    Inilah yang perlu diperhatikan, jika rakyat kita adalah rakyat dengan nasionalisme yang tinggi, kritis dan bisa saling menghargai dan mengembangkan, setidaknya jika sebagian besar rakyat kita seperti ini, saya rasa orang-orang seperti SBY, dan soeharto tidak akan bisa membodohi kita dan kita tidak akan bisa dibeli. Dan sosok mereka tidak akan terus kembali berulang lagi. Disinilah saya ingin berjuang, dan saya harap banyak yang ikut berjuang, bukan bahwa saya tidak akan membantu berjuang untuk sekarang, akan tetapi saya rasa sudah banyak seperti dikatakan penulis, pihak-pihak yang 24 jam nonstop mencoba mencerahkan rakyat, dan saya tetap akan mendukung. Saya mohon maaf penulis, jika sedikit menyimpang, tetapi semoga bermanfaat.

    Terima kasih

  43. aganis Says:

    terus terang saya bukanlah pendukung demokrat dan sby, terus terang juga saya tidak benci dengan sby, tetapi yang membuat saya tidak memilih dia adalah karena saya beranggapan dia adalah seorang penghianat kepada bosnya dengan alasan (menurut saya ) dibua-buat. sepanjang hampir 5 tahun pemerintahannya, saya juga melihat tidak ada yang istimewa yang dilakukannya untuk bangsa dan negara ini dibandingkan dengan pendahulunya kecuali dalam hal keamanan dan pemberantasan korupsi (itupun masih kelas terinya dan terkesan semu), dibidang ekonomi? saya melihat datar-datar saja dan tidak ada gebrakan yang berarti. bahkan meurut berita justru hutang semakin bertambah berlipat-lipat, soal budaya rasanya ga ada perubahan, justru mental rakyat ini diajari menjadi pengemis dengan program blt. kalau diurai semuanya rasanya terlalu banyak yang harus diungkapkan disini, tapi yang paling merisaukan hati saya belakangan ini adalah gaya dan pola pemerintahannya ( SBY ) mirip-mirip ORBA. sangat terlihat gaya politik dan warnanya mirip-mirip ORBA ( cukup panjang bila ditulis disini) dan anehnya justru elit-elit politik negeri ini seperti lupa masa lalu bangsa ini dan lebih nikmatdirasa bila kembali kezaman ORBA sehingga banyak diantara mereka menempel ke SBY. elit-elit politik negeri ini memang aneh bin ajaib. yang mereka pikirkan hanyalah kenyamanan sesaat atau mumpung belum ko’it apa salahnya kalau nempel penguasa. lihat itu sebahagian elit nya GOLKAR ( Trio A ), gelagatnya mulai tercium akan menempel ke SBY dengan rencana Munas Golkar yang dipercepat. ah ngeri rasanya membayangkan negeri ini dimasa mendatang. bagaimana ya menyadarkan rakyat bangsa ini untuk melihat fakta yang ada. saya setuju itu apa yang ditulis kawan ken dedes says, memang begitulah fakta anak bangsa ini.

  44. tony Says:

    setelah membaca semua yg ditulis teman2 sy merasa hidup ini cuma puluhan tahun jd sy tdk mau ambil pusing negara kita mau jd apa,dipimpin oleh siapa yg penting skrg menikmati hidup apa adanya dan untuk urusan politik banyak yg gk benernya kebanyakan dinikmati kepentingan sekelompok org saja,intinya bnyk berbuat baiklah spy masuk surga amin!

    Jawaban Penulis :

    Jangan Pesimis dong Pak Tony, harus nyontreng ya di 2014, semoga nanti lahir pemimpin yang komitmennya pada bangsa & negara lebih terlihat jelas & konkrit

  45. dadung Says:

    TUNGGGULAH KEHANCURANNYA SEPERTI KEHANCURAN SOEHARTO

  46. Astrajingga Says:

    Pendapat yang bagus dan mendidik. Ulasan yang membuat kita berfikir dan meneliti

  47. rudiimam Says:

    UU No. 22/2001 tentang Migas pasal 22 ayat 1 : “Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menyerahkan paling banyak 25% (dua puluh lima persen) bagiannya dari hasil produksi Minyak Bumi dan/atau Gas Bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri”, apakah UU ini sudah direvisi ? Kok cuma 25%, kenapa tidak 70 atau 80% !? … baca juga http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/28/07372588/ada.intervensi.asing.di.penyusunan.uu.migas

  48. juhaiman Says:

    jangan bersedih…
    Rakyat amerika yg sedemikian maju , baru sadar setelah 2 kali pemilu telah memilih “kucing garong”.. he he .he….

  49. Jahid Klw Says:

    Kalau memang kenyataan ini sebuah TIRANI, Allah tidak akan pernah rela…. dan InsyaAllah akan tumbanglah Tirani itu… mudah mudahan ditunjukkan untuk melawan TIRANI

  50. How I Lost 30 Pounds in 30 Days Without Diet Says:

    Thanks for posting about this, I would love to read more about this topic.

  51. sipe ngok Says:

    no comment ajah gua,
    Setahu gua sih banyak idealis-idealis muda yang ikut pergerakan anti suharto(red: KKN dll) tetapi begitu ia mendapat kursi kekuasaan, kiblatnya berubah 180 derajat. “Belum tahu sih lho,gmana nikmatnya duduk di kursi DPR” “dulu ane juga teriakk -teriak kaya lho” kata seorang anggota DPR yang kebetulan terdengar oleh seorang anggota polisi, saat terjadi demonstrasi mahasiswa beberapa waktu di Genung DPR/MPR RI.
    Tapi mudah-mudahan, kedepan bangsa ini semakin baik..

  52. Avants Says:

    Pendapar yang babus dan mendidik. Ulasan yang membuat kita berfikir dan men3liti;

Leave a Reply